Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Life lessons

to Live more Simplyღ

For me, overall life is so complicated, unpredictable. Sometimes it's normal, like a roller-coaster, or sometimes it's so monotonous. As the time goes by, no matter what happens, I always try so hard to better up myself and I keep finding ways doing things I love, like a little bit exercise though it's not consistent yet, a little cook for myself, reading bunch of books, or drinking a cup of tea in the peaceful morning. I simply aware that the simplest routines and consistency will magically get me where I wanna be. I just try to live my very best life. And, what is my version of the best life? Actually for the longest time I have been trying to make sense of life, sometimes I just think that life is so ugly because how can we pay just to live in this universe!!! Even when we died we also have to PAY and imagine in this large land there are still a lot of 'homeless people'. Seems we live in a scam society, I MEAN WE RIOT HAHAHA.  I also sometimes think that I've...

Embrace Your Silence

So it goes... Do you ever feel like you are always ignored as if you don't exist because you're a -weird quiet being- who doesn't respond in words but rather with a confused, nervous response? Merasa paling beda sendiri di suatu lingkungan (berbeda dalam konotasi negatif), paling susah approached, paling susah bergaul, yang padahal orang lain itu ngga butuh terlalu banyak effort untuk melakukan hal yang menurut kita sangat sulit kita lakukan. Sad right..? When we found difficulty in the simplest or most common things in this world. To be honest.. Everybody is just really nice to me, always approaching me first, and always trying to talk about something with me which I appreciate, but WHY is it so difficult for me to become more confident, articulate, and advanced at everything I should do, at everything that literally most people can do easily do that? Sometimes, I just feel bad for myself and for everyone around me.. And to be frankly, I don't like this part of me....

Somebody's Spiritual Journey

Apa yang kamu pikirkan kalau ada orang yang melenceng dari prinsip yang kamu pegang, misalnya lepas hijab? Murtad? Melakukan kesalahan dalam ranah agama? Tahukah kita, kalau itu bukan berarti the end of their story? Spiritual journey itu hanya individu yang menjalani , not their parent's, kid's, not mine and certainly not yours . Let 'they' move forward at their own pace. Kalau kita terlalu menuntut seseorang harus jadi 'apa yang menurut kita ideal' itu hanya akan mengkerdilkan perjalanan spiritualitasnya. Kalau menurut kita 'orang tersebut melenceng' biarkan Ia matang dalam mencari makna seiring berjalannya waktu. Jangan langsung dijudge "Sesat!" "Tobat dong!" "Ingat neraka neraka neraka buatmu" Wow siapa kita berani menjudge orang masuk neraka? Tuhan? Siapa kita menuntut seseorang (apalagi yang tidak kita kenal) untuk sesuai dengan ekspektasi dan standar kita? Netizen keep telling this and that but they are forget that it...

Don’t Apologize Too Much

Karena kalau terlalu sering, orang jadi berpikir ‘less’ tentangmu and its annoying tho kalau kamu minta maaf padahal itu bukan salahmu. “Maaf bukan ini yang aku maksud” “Maaf ganggu, aku mau nanya” And, so on. Kita paham jika seseorang dikit-dikit minta maaf, itu berarti mereka ingin trying to be nice tapi itu kadang malah jadi exhausting and irritating at the same time. I’ve been there karena ‘jaga-jaga aja siapa tahu orang tersebut sakit hati karena perkataan/perbuatanku yang nggak ku sadari’ but its wrong, kesannya seperti pleasing people. If you say “I’m sorry” for every little thing now, your apologies will carry less weight later on — for situations that really warrant a sincere apology ( lessens the impact of future apologies ). Dan juga bisa melemahkan self-esteem (harga diri atau evaluasi diri) kita dan less confident. Apakah kita termasuk orang yang terlalu banyak minta maaf? Bagaimana ‘yang terlalu’ itu? Jadi, jika kamu menghadapi sesuatu yang nggak bisa kamu control, there’...

Block, Unfollow, Mute, Hide

Tombol block, unfollow, mute, hide, bukanlah sebuah " childish things ", justru menurutku itu adalah bentuk penerapan dari personal boundaries. Tombol tersebut 'ada' ya memang ada fungsinya untuk menjaga diri dari yang menurut kita mengganggu, silakan saja gunakan tombol tersebut secara bijak, toh hal tersebut juga tidak merugikan siapa pun. Misalnya ketika kita tidak menyukai postingan seseorang yang kerap sangat mengganggu kita, instead of judging/sending hate speech, akan lebih bijak kalau kita gunakan tombol tersebut. Ketika kita sudah tahu mana yang perlu kita konsumsi dan mana yang tidak cocok untuk kita, justru itu adalah bentuk dari kedewasaan, self-love, dan self-care dimana kita sudah mengerti batasan diri kita atau personal boundaries untuk menghindari orang toxic atau suatu hal yang mengganggu. Begitupun kalau kita membuat postingan, don't apologize too much dengan mengatakan "Sorry kalau postingan aku bla bla bla" Just post whatever you wan...

Memilih Adalah Hal Yang Paling Sulit

Hidup itu tentang memilih dan menjalani pilihan yang resikonya bisa kita terima. Kalau memilih antara pilihan positif dan negatif sih pasti kita nggak gegana. Nah, tapi kalau pilihannya sama-sama positif? We have been there and it's so dilematic, right?! Sadar dan bertanggung jawab adalah modal utama ketika kita harus memilih dua pilihan yang sulit. Kita harus memilih berdasarkan keyakinan kita sendiri, tanpa ada paksaan atau tuntutan dari orang lain, do it for yourself, peganglah kendali. Apalagi kalau kita sudah mulai memasuki usia dewasa, its time to 'mulai menentukan pilihan sendiri', menjadi nahkoda di kehidupan ini apapun yang terjadi. Tapi, jika kita memilih karena menuruti orang lain, kita pun harus tetap sadar, ikhlas, paham semua konsekuensinya. Juga ketika kita memilih, mulailah dan jalani dengan berani dan bertanggung jawab. Mungkin dalam proses memilih itu ada overthinking karena memang biasanya otak kita itu cukup sering dalam membuat skenario-skenario negati...

Tips dan Manfaat Journaling

Let me introduce you to the world of Journaling. For me, journaling is self-care , journaling is self-love . It’s also self-destruction if you overdo it, but then again, so is everything! Journaling membantu aku untuk berpikir, organize my thoughts, membantu aku untuk mendapatkan kejelasan, membantu aku memahami diriku dan life events. Rasanya seperti mempunyai teman, with yourself. You know, somethings aren’t meant to be shared with anyone else; they are just meant to be understood . For ourselves . Journaling juga menjadi sebuah tempat bagi aku untuk melepaskan segala atribut, segala rasa, segala perfeksionis yang kerap mengontrol. Aku bebas menuliskan segala struggle, I write freely. Sometimes I’ll be able to read and understand it in the future. Kalau aku ingin lompat topik, I do that. Kalau aku ingin berhenti menulis setengah halaman, I do that. Kalau aku cuma ingin gambar random or add stickers or add photos or creating a mind map, I’ll do that too. Tidak ada keharusan EYD harus...

The Worst Type Of Person

Don’t Projecting Insecurity Onto Other s .  Kalau dalam ilmu psikologi, psychological projection ini merupakan salah satu bentuk dari self defense mechanism. Hal ini akan terjadi secara ngga sadar saat memproyeksikan emosi atau perasaan negatif yang dirasakan kepada lawan bicara. Misalnya, ketika si A sedang bercerita ke si B bahwa si A ingin mendaftar di salah satu organisasi ternama. Lalu, si B bilang “Skill lo kan pas-pasan, mana bisa? Yang realistis aja kalo daftar” kalimat itu secara ngga langsung merupakan proyeksi dari insecurity si B ke si A. Mungkin aja pada saat itu si B pernah ditolak sama suatu organisasi ketika mendaftar dan hal tersebut membuat dia insecure. Secara ngga sadar, si B memproyeksikan insecurity tersebut ke si A melalui kalimat yang kurang menyenangkan. Contoh lain,  “Gelar sarjana juga ngga menjamin punya pekerjaan” “Peringkat satu ngga menjamin kesuksesan” “Masuk PTN/PTS terbaik belum tentu masa depannya cerah” Stop saying that. Ketika kam...

Tadabbur QS. Al-Insyirah Ayat 1

Hi, there. Good Morning! Uh, it’s finally Friday aka our favorite day of the week. If the past four days have been so full with calls, deadlines, targets, meetings, and worries, today you are entitled to take it a little slow. So here, enjoy some super cool insight. Di hari Jumat   berkah ini, aku mau sharing tentang tadabbur surat Al Insyirah ayat 1, ilmu ini aku peroleh dari salah satu teteh mentorku, yaitu teh Nafis (wishing her all the great things in life, aamiin). So, seringkali kita kurang mengapresiasi surat-surat pendek padahal di surat pendek itu ada makna yang dalam ketika kita mentadabburinya, lets breakdown together. Berikut ayat 1 dari QS. Al Insyirah: اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ Artinya: “Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?” Diawali dengan pertanyaan. Tetapi pertanyaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Rasul saja tetapi juga kepada kita, umat manusia. Di ayat pertama ini kita juga diajak berpikir melalui kalimat “Bukankah Allah tela...

Fuckin Adulting

SO I will turn 22 this year *sigh *but also singing 22 by TS. And I’m gonna tell you about adulting from my perspective. Maybe we are on the same page?   Dewasa. Menjadi orang dewasa yang menyebalkan.   from dammit Makin dewasa, hidup makin kompleks, beban pikiran makin banyak. Kita juga akan sering berada di situasi abu-abu. Akan banyak berhadapan orang yang beda pemikiran dengan kita. Makin sedikit high expectation cuz we know that sometimes those things can killing us. Also dealing with our mind tend to be the hardest things in this phase. Aku juga ngerasa seiring kita bertumbuh dewasa, kita jadi melihat sisi diri kita yang lain, mulai tahu value yang kita punya dan kita juga lebih melihat esensi dari setiap orang yang kita temui, kita juga lebih sering flashback untuk mencoba memahami pelajaran penting yang dulu kita masih belum mengerti sama keadaan. Its ok to learn, unlearn kalo kita udah tau ternyata hal itu salah, relearn atau belajar lagi hal yang benar. K...

THINK LIKE VELMA #2

Is this post gonna be the last? YES BABYYY, DON’T WORRY THIS IS THE LAST. Buat kalian yang belum baca #1 tentang Critical Thinking, silakan dibaca dulu ya http://ikkiriskiana.blogspot.com/2021/01/think-like-velma-1.html , baru balik lagi kesini okay.  OK now, what? Jadi kan sekarang masih seputar cara berpikir cerdas ya. Selain critical thinking, kita juga perlu pake scientific thinking yang akan kita pelajari bersama. Terdengar ilmiah banget emang tapi sebenarnya pola pikir ilmiah ini bisa dipake semua orang dan sangat sederhana! Here we go~ Sains itu sebenarnya pengetahuan atau pola pikir, sih? Keduanya!  Sains sebagai knowledge atau pengetahuan dan sains sebagai framework atau cara berpikir. Nah, cuma kalau di sekolah-sekolah Indonesia itu sebagian besar cuma diajarin sains sebagai knowledge aja, padahal ilmu cara berpikir itu penting banget. Tell me more about sains sebagai knowledge dan framework, please. OK , Sains sebagai knowledge itu adalah informasi saintifik yan...

THINK LIKE VELMA #1

pict from express magazine Did you mean Velma from the American animated TV series Scooby-Doo? Exactly ,  anak 90-an pasti tahu. In the series, she’s a part of group (which includes the dog named Scooby-Doo as one of the members) that is actively debunking superstition using deduction and scientific reasoning. Velma is known to be “the brain” of the group  alias paling pintar diantara semua anggota grup. Dia selalu berusaha mencari alasan logis atas semua fenomena yang terjadi. Dia nggak mudah percaya (dalam konteks misteri yang dihadapinya), pokoknya segala sesuatunya itu harus diinvestigasi deh. Nah, kemampuan berpikir kritis ala Velma dalam memecahkan segala misteri inilah yang akan kita bahas dan pastinya penting buat kita miliki! Now, lets learn to have a critical thinking ability just like Velma! Tell me more about critical thinking and why is that important? So , critical thinking adalah kemampuan untuk berpikir rasional tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang ha...

Uncertainty

Di awal tahun 2020, mungkin kita punya banyak rencana. Eh tiba-tiba di bulan Maret 2020, COVID-19 mewabah. Segala rencana kita jadi ambyar dan kita pun bingung gimana caranya menghadapi ketidakpastian ini. Di situasi krisis ini, kadang juga bikin kita lupa “apa sih yang aku rasain? Aku baik-baik aja ngga sih?” Hmm, kondisi sekarang memang ngebatesin ruang gerak sih ya, pokoknya mentok sana-sini! Kita merasa marah, stres, cemas, sedih, kecewa, dan sederet emosi negatif lainnya tapi itu wajar kok.  Its okay . Perasaan kita valid. Memang alurnya harus melewati perasaan negatif dulu sebelum kita bisa menerima keadaan ini tapi jangan terkungkung dalam emosi negatif terus yaa karena keadaan tetap nggak berubah, waktu akan terus menggilas  and we have to keep going .   Secara ga langsung, sebenarnya situasi seperti ini membuat kita lebih jadi kreatif untuk berusaha mencari jalan keluarnya. Kondisi ini melebihi cara dan kemampuan kita untuk mengatasi tekanan dan lingkungan ( they...

MEN SHOULDN’T CRY - TOXIC MASCULINITY 101

Di society kita terdapat stereotype yang sifatnya tekanan sosial ke laki-laki, yaitu kalau seorang laki-laki itu nggak boleh kelihatan lemah, nggak boleh menunjukkan emosi. Jadi mereka harus bersikap keras dengan dirinya sendiri, selalu tegar, dan kuat. Nah stigma itulah salah satu akar dari toxic masculinity yang terus   berkembang dan tak berkesudahan serta dampaknya pun nggak main-main. Yes, It all can be harmful to their mental health and can have serious consequences for society . Emang ada apa sih dengan mental health? Apa-apa disambunginnya kesitu? Yaa karena kualitas hidup kita itu sangat bergantung dengan kualitas pikiran kita fo sho jadi signifikansinya besar dong, nggak bisa dianggap remeh.   Jadi, dear boys ,  its okay to show your emotional side . Ingat, kita itu manusia. Izinkan dirimu untuk mengakui hal itu, menunjukkan emosimu ke orang terdekat. Kita semua itu  vulnerable and its makes we human. Kamu itu makhluk sosial yang perlu mengekspresikan emosi...

How to Deal with Inferiority Complex

Hot Issue oleh Ikki Riskiana, 2019        Pernah nggak kita merasa paling noob  di kelas atau di forum tertentu? Merasa semua orang jago banget sedangkan kita tertinggal jauh. Kalau ditelaah, pikiran itu kadang hanya ada di dalam kepala kita saja. Dengan hadirnya rasa itu secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut lebih sering memunculkan pikiran negatif, seperti takut sebelum mencoba dan terbiasa dengan sikap pesimistis. Perasaan tersebut menjadi konflik dalam diri kita sehingga menimbulkan rasa rendah diri, itulah pengertian dari inferiority complex . Masalah ini memengaruhi kesehatan mental loh kalo nggak segera diatasi.        Sekilas antara inferiority complex  dengan minder itu terlihat sama definisinya, tetapi sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Minder itu sifat alami manusia, semua orang pernah merasakan minder. Bedanya, minder itu dapat bersifat konstruktif, memacu diri untuk berkembang menjadi leb...

Say NO to Crab Mentality

Ada gak sih di lingkup terdekatmu yang punya crab mentality? Atau mungkin jangan-jangan kita nih yang punya? Sebenarnya, apa sih crab mentality itu? Kalau kamu pernah mengamati kepiting-kepiting di dalam sebuah ember, apabila salah satu kepiting hampir mencapai ujung ember, kaki dan tangan mereka akan saling menarik satu sama lain biar jatuh lagi ke dalam ember. Nah sikap kepiting yang saling menarik ini dianalogikan sebagai pola pikir egois dan iri terhadap pencapaian orang lain dan berusaha menjatuhkannya. Dalam istilah psikologi disebut sebagai crab mentality atau mentalitas kepiting. Perilaku tersebut biasanya kita lihat di realita ketika beberapa orang dalam suatu kelompok mencoba menjatuhkan orang yang mengalami kemajuan. Beberapa contoh perilakunya adalah mengkritik yang sifatnya destruktif, meremehkan, hingga memanipulasi orang lain. Crab mentality ini juga bisa diartikan sebagai “kalau kita nggak bisa maju, ya dia juga ga boleh maju! Pokoknya harus bareng sama aku disini”. Con...