Skip to main content

Posts

Showing posts with the label RESEARCH

Don’t Apologize Too Much

Karena kalau terlalu sering, orang jadi berpikir ‘less’ tentangmu and its annoying tho kalau kamu minta maaf padahal itu bukan salahmu. “Maaf bukan ini yang aku maksud” “Maaf ganggu, aku mau nanya” And, so on. Kita paham jika seseorang dikit-dikit minta maaf, itu berarti mereka ingin trying to be nice tapi itu kadang malah jadi exhausting and irritating at the same time. I’ve been there karena ‘jaga-jaga aja siapa tahu orang tersebut sakit hati karena perkataan/perbuatanku yang nggak ku sadari’ but its wrong, kesannya seperti pleasing people. If you say “I’m sorry” for every little thing now, your apologies will carry less weight later on — for situations that really warrant a sincere apology ( lessens the impact of future apologies ). Dan juga bisa melemahkan self-esteem (harga diri atau evaluasi diri) kita dan less confident. Apakah kita termasuk orang yang terlalu banyak minta maaf? Bagaimana ‘yang terlalu’ itu? Jadi, jika kamu menghadapi sesuatu yang nggak bisa kamu control, there’...

Pandangan Teori Evolusi Terhadap Budaya

Sebelum baca postingan kali ini, aku anjurkan kamu untuk baca ini dulu biar bisa dapat konsep yang lebih clear  http://ikkiriskiana.blogspot.com/2021/03/pandangan-teori-evolusi-terhadap.html . OKAY LANJUTT. Jika ditelusuri kembali, semua budaya yang ada selalu mengakar di kebutuhan biologis manusia sebagai organisme yang terikat pada hukum evolusi. Dimana hanya gen-gen yang survive yang bisa ada seterusnya di muka bumi. Budaya juga menjadi bagian dari proses bertahan hidup . Segala budaya berakar di biologi. Contoh: Pertama, Incest jadi budaya yang tidak baik saat ini karena kalau kita tarik jauh ke belakang dengan menggunakan framework evolusi: gen-gen yang diturunkan, kemampuan survivenya lebih rendah daripada yang tidak incest (berpotensi besar tidak survive, misalnya karena cacat saat lahir).   Kedua, budaya cenderung meniru kebiasaan yang dipuji dan diterima oleh kultur kita karena kita memiliki hasrat yang kuat untuk menyesuaikan diri dan menjadi bagian dari ke...

Pandangan Teori Evolusi Terhadap Gerakan #SAVETHEPLANET

Dalam proses penalaran ilmiah, kita memerlukan pengetahuan sains dasar. Teori evolusi merupakan salah satu pengetahuan biologi dasar yang penting dipahami semua orang, sama pentingnya ketika kita mempelajari mekanisme reproduksi. Framework evolusi itu bukan tentang “Oh manusia dari monyet” Bukan ya. Intinya framework evolusi adalah apa yang kita lihat ‘ada’, organisme-organisme yang ada (manusia, tumbuhan, hewan) itu adalah organisme yang survive atau dia bertahan hidup dan bisa menurunkan gen-gennya, makanya bisa mempunyai keturunan. Jadi ketika kita melihat suatu organisme ‘ada’ di bumi, berarti cara melihatnya bukan ‘bumi pas ya buat dia’ tapi justru ‘dianya yang pas buat kondisi bumi saat dia survive’ . Contoh, beberapa milyar tahun lalu berdasarkan sejarah bumi, kita sudah semacam menemukan organisme-organisme sebelum homo sapiens atau manusia dan itu banyak banget ragamnya. Bahkan sampai saat ini, ada bakteri yang nafasnya bukan seperti kita. Pernapasan mereka bukan nyari ...