Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Somebody's Spiritual Journey

Apa yang kamu pikirkan kalau ada orang yang melenceng dari prinsip yang kamu pegang, misalnya lepas hijab? Murtad? Melakukan kesalahan dalam ranah agama? Tahukah kita, kalau itu bukan berarti the end of their story? Spiritual journey itu hanya individu yang menjalani , not their parent's, kid's, not mine and certainly not yours . Let 'they' move forward at their own pace. Kalau kita terlalu menuntut seseorang harus jadi 'apa yang menurut kita ideal' itu hanya akan mengkerdilkan perjalanan spiritualitasnya. Kalau menurut kita 'orang tersebut melenceng' biarkan Ia matang dalam mencari makna seiring berjalannya waktu. Jangan langsung dijudge "Sesat!" "Tobat dong!" "Ingat neraka neraka neraka buatmu" Wow siapa kita berani menjudge orang masuk neraka? Tuhan? Siapa kita menuntut seseorang (apalagi yang tidak kita kenal) untuk sesuai dengan ekspektasi dan standar kita? Netizen keep telling this and that but they are forget that it...

Another Perception about Toxic Positivity

Jangan karena kecemasan hinggap di hati, kita malah jadi acuh sama hati sendiri dengan memaksakan untuk merasa baik-baik saja.  Seringkali toxic positivity juga datang dari diri sendiri. Pikiran alam bawah sadar terlalu memaksakan untuk beranggapan bahwa 'keadaan sedang baik baik saja', padahal kenyataannya sebaliknya. Efeknya jadi mengacuhkan hati sendiri, tidak solutif untuk mengatasi permasalahan dan hal itu terus berlarut menjadi bom waktu, rotten and kill us to the core! Menganggap masalah gak terjadi itu juga masalah, artinya kita kurang peka dengan keadaan. Denial terhadap emosi itu tidak bagus kawan karena emosi itu sejatinya ada untuk dirasakan, udah jobdescnya hati. Merasa sedih, kecewa, cemas, takut, dan emosi negatif lainnya adalah hal yang wajar, sebuah respon alamiah manusia terhadap suatu hal. Jangan protes terhadap dirimu sendiri mengenai apa yang kamu rasa, emosi adalah sebuah anugerah. Jadilah manusia. Tentunya tinggal kitanya untuk validasi bahwa e...

Criticism must be with a solution?

Aku mendengar dari seorang teman. Ia bercerita tentang kritikannya di sebuah forum. Kemudian ada seseorang yang respon terhadapnya "kalian itu hanya kritik kritik kritik tapi tidak menawarkan solusi".  Temanku tetap terus melanjutkan bercerita tapi fokus terbesarku tidak lagi menyimak ceritanya. Dalam benakku merasa ganjal dengan perkataan yang menyiratkan bahwa kritik haruslah disertai dengan solusi. Haruskah? Should it? Haruskah sebuah kritik disertai solusi? Should a critic with a solution? I think No . It shouldn't be. Kalau kritik harus disertai dengan solusi, maka banyak orang-orang yang enggan untuk mengutarakan sebuah kritik. Dikarenakan tuntutannya harus disertai dengan solusi. Dan tidak semua orang dapat memenuhi tuntutan tersebut. Kritik dalam sebuah forum itu berfungsi agar semua peserta dapat bersama-sama memikirkan solusinya.  Toh tidak semua -orang yang mengutarakan kritik dengan solusi- dapat langsung diterima kan solusin...

Endowment Effect in a Nutshell

Endowment Effect TV kabel yang menawarkan promo gratis penggunaan 3/6 bulan ternyata pakai strategi marketing endowment effect atau 'ilusi kepemilikan'. Endowment effect adalah fenomena bahwa kita menganggap barang yang kita punyai memiliki nilai tinggi. Sehingga kita merasa 'memiliki' barang tersebut dan bersedia membayar pada tagihan selanjutnya.

OPINI | Pemahaman Dasar Revolusi 4.0

Revolusi 4.0 : dimana pekerjaan/kegiatan yang dilakukan pada masa itu sebagian besar dikendalikan oleh teknologi. Oleh karena itu pendidikan saat ini guna menyintas pasca Revolusi 4.0 tersebut dengan cara : pendidik membelajari peserta didik. Cara pendidikan saat ini yang diterapkan berupa mengajari secara masif. Hal itu tidak akan efektif mengingat individu pasca revolusi 4.0 harus punya kecakapan sosial (social skill). Dan harus dibimbing oer individu untuk memfokuskan arah minat&bakat dalam menghadapi revolusi 4.0 Satu-satunya pekerjaan yang tidak akan pernah tergantikan oleh revolusi 4.0 adalah social skill. Karena manusia sendiri dengan sifat sosial alaminya yang intrinsik tidak mudah begitu saja digantikan dengan buatan manusia(teknologi) walau nantinya teknologi itu didesain mempunyai kemampuan perasa, tetapi tidak akan sama dengan pengalaman sosial murni yang dialami oleh manusia. ++ : Dalam artikel opini Kompas, ada isu besar yang akan dihadapi ole...